| ISLAM KTP merupakan program seri komedi religi yang menuturkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh manusia pilihan. Biasanya, kelebihan atau kemampuan menyadarkan ini justru dimiliki wali Allah untuk menyadarkan mereka yang telah salah jalan. Cara penyampaiannya pun kerap unik dan tidak masuk akal, atau bahkan kontoversi. Sesungguhnya, itulah ujian bagi manusia dan hasilnya sungguh mencerahkan. Kesadaran muncul tidak melewati nasihat ataupun contoh. Justru ujian dan cobaanlah yang menyadarkan manusia. Hanya manusia dengan kemampuan mencapai Ma'rifat yang mampu melakukan semua ini. Ustad Ali adalah contoh wali Allah yang selalu mempunyai cara-cara unik untuk memberi penyadaran bagi orang lain. Bagaimana dia harus menyadarkan seorang ustad yang begitu pelit dalam beribadah, meskipun sang ustad dilimpahi rezeki. Begitu juga dua tokoh, Mamat yang seorang pengangguran, dan Karyo yang bekerja sebagai petugas kebersihan kampung. Lewat sentuhan Ustad Ali, kedua tokoh ini akhirnya sadar bahwa apa pun posisi mereka, mempunyai tanggung jawab yang sama di mata Allah. Memberi penyadaran bahwa bekerja adalah ibadah, hanya bisa dilakukan Ustad Ali tanpa menyinggung perasaan mereka. Tokoh-tokoh lain dalam seri komedi religi ini adalah Sabina, anak Ustad Ali. Seperti layaknya anak kuliahan, Sabina mempunyai masalah dalam kehidupan cintanya. Jinan, kekasih Sabina, ngebet ingin menikahi kekasihnya itu. Pasalnya, pacaran menurut Ustad Ali tidak Islami. Belum lagi kehadiran Mahdit, pria yang selalu mencatat setiap amal kebaikan yang telah diperbuat. Memberi sedekah, membangun musala, bahkan menolong orang miskin pun dicatat dalam buku miliknya, catatan amal. Suatu ketika, musala yang didirikan oleh Mahdit terbakar. Anehnya, Ustad Ali justru bersyukur. Warga tentu saja kaget mendengar ucapan Ustad Ali. Ternyata, rasa syukur itu justru menyadarkan Mahdit bahwa setelah musala terbakar, pria itu tidak usah bersusah payah mencari amalan. Biar catatan amal baik itu menjadi rahasia Allah SWT. Bagaimana serunya cerita Islami yang dikemas dalam komedi, namun sarat dengan makna? Saksikan hanya di saluran Satu untuk Semua | USTADZ ALI adalah contoh 'wali Allah' yang selalu punya cara-cara unik memberi penyadaran bagi orang lain. Bagaimana dia harus menyadarkan seorang ustadz yang begitu pelit dalam beribadah, meskipun sang ustadz dilimpahi harta. Begitu juga dua tokoh, Mamat dan Karyo. Yang pertama pengangguran yang kedua adalah seorang petugas kebersihan kampung. Lewat sentuhan Ustadz Ali keduanya akhirnya sadar, apapun posisi mereka tanggung jawab mereka sama di mata Allah. Memberi penyadaran bahwa bekerja adalah ibadah, hanya bisa dilakukan Ustadz Ali tanpa menyinggung perasaan mereka. Tokoh-tokoh lain dalam seri komedi religi ini adalah SABINA. Ia adalah anak Ustadz Ali. Seperti galibnya anak kuliahan, Sabina punya masalah dengan kehidupan cintanya. Pacar Sabina, Jinan, ngebet ingin menikahinya. Pasalnya, pacaran menurut Ustadz Ali tidak islami. Belum lagi kehadiran tokoh MAHDIT yang selalu mencatat setiap amal kebaikan yang diperbuat. Memberi sedekah, membangun musala, bahkan menolong orang miskin pun dicatat dalam bukunya, catatan amal. Suatu ketika, musala yang didirikan Mahdit terbakar. Ustadz Ali justru bersyukur, warga kaget mendengar ucapan Ustadz Ali. Ternyata rasa syukur itu justru menyadarkan Mahdit bahwa setelah musala terbakar, Mahdit tidak usah bersusah payah mencatat amala, biar catatan amal baik itu menjadi rahasia ALLAH SWT. Ingin tahu bagaimana serunya cerita islami yang dikemas komedi namun sarat dengan makna..? Jangan lewatkan.! Hanya di SCTV “Satu Untuk Semua” | |||||||
Senin, 01 November 2010
islam ktp
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
betul
BalasHapus